سْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Rabu, 27 Juli 2022

TADABBUR ALAM MENGUATKAN DAN MEMPERTEBAL KEIMANAN

Tadabbur berasal dari Bahasa Arab yang berarti memikirkan, memperhatikan, dan merenungkan sesuatu secara mendalam. Sehingga dalam pemikiran ini, seseorang dapat mengambil hikmah dari suatu fenomena atau peristiwa yang kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan manusia. Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan hakikat untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Maka manusia seharusnya mampu memahami, merenungi dan memperhatikan bumi sebagai tempat tinggalnya sebagai bentuk tadabbur alam.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tadabbur berarti merenung. Sedangkan alam adalah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, segala sesuatu yang ada dalam satu lingkungan.

Berbeda hal nya dengan berwisata dalam pandangan Islam. Tentu makna dari tadabur alam ini berbeda yaitu untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan. Memahami tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dengan melihat beragam ciptaannya. Cukup kita memperhatikan tiga unsur yang dapat dijangkau oleh akal yaitu Alam Semesta, Manusia  dan Kehidupan. Bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan ada sang pencipta dialah Allah SWT.  Sejatinya ketiga unsur tersebut bersifat terbatas, lemah, serba kurang.

Dengan tadabbur alam bersama keluarga  melihat laut yang luas,bergemuruhnya ombak,  beragam jenis-jenis ikan itu bisa meningkatkan keimanan. Oleh karena itu dalam Al-Qur’an terdapat ajakan untuk mengalihkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada, agar dapat membuktikan adanya Allah SWT. 

Dengan mengamati benda-benda tersebut, bagaimana satu dengan yang lain saling membutuhkan, akan memberikan suatu pemahaman yang meyakinkan dan pasti, akan adanya Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur.  Adapun firman-firman Allah SWT:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal (TQS. Ali Imran (3): 190).

(Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah diciptakan-Nya langit dan bumi serta berlain-lainnannya bahasa dan warna kulitmu (TQS. Ar-Rum (30): 22)

Inilah makna tadabbur alam yang sebenarnya cukup dengan memperhatikan dan memfokuskan benda-benda sekitar. Seraya mengajaknya turut mengamati dan memfokuskan perhatian terhadap benda-benda tersebut dan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.

Penulis:

Ek



Senin, 11 Juli 2022

HIKMAH YANG BISA DIPETIK DARI IBADAH QURBAN

 
Ibadah kurban berbeda dengan ibadah aqiqah. Daging hewan kurban dianjurkan pembagiannya dalam bentuk daging segar atau daging mentah. Sedangkan daging hewan aqiqah dianjurkan pembagiannya dalam kondisi masak atau matang siap santap. Hal ini tentu menyimpan maksud pensyariatannya.

Berkurban selama hari raya Idul Adha merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain dalam kaitan hubungan dengan Sang Maha Pencipta, ibadah kurban juga bisa memberikan manfaat bagi antar sesama manusia. Berikut ini adalah sejumlah hikmah yang bisa dipetik dari ibadah kurban tersebut:

  • Bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya. Dengan melangsungkan ibadah kurban, maka hal ini bisa menunjukkan bahwa ia telah bersyukur terhadap segala yang telah diberikan oleh-Nya.
  • Menjalankan salah satu syariat Nabi Ibrahim AS kala ia diperintahkan untuk "menyembelih" sang putra. Melalui ibadah kurban, manusia diajarkan untuk tetap patuh dan teguh pada perintah-Nya.
  • Menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Dengan mau beribadah kurban, orang tersebut bakal membagikan daging kepada yang berhak. Artinya, secara langsung akan terjalin hubungan baik antar sesama manusia.

Hikmah lainnya adalah membelanjakan harta yang dimiliki di jalan Allah, menumbuhkan rasa kasih sayang antara yang mampu dengan tidak mampu, dan merupakan bentuk dari persahabatan. Selain itu, juga bisa meningkatkan gizi masyarakat melalui daging hewan yang dikonsumsi tersebut.
Pembagian daging selama pelaksanaan kurban mempunyai beberapa ketentuan. Di antaranya adalah sepertiganya bisa menjadi milik pihak yang berkurban. Sejumlah hikmah pun bisa didapatkan. Yakni bersyukur kepada Allah SWT dan dapat menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Melalui firman-Nya, Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk melakukan ibadah kurban. Dalam Al-Qur'an surah Al-Kautsar ayat 2, dituliskan bahwa: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ . Maknanya ialah "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah),".
 
Sumber:

Ibadah kurban berbeda dengan ibadah aqiqah. Daging hewan kurban dianjurkan pembagiannya dalam bentuk daging segar atau daging mentah. Sedangkan daging hewan aqiqah dianjurkan pembagiannya dalam kondisi masak atau matang siap santap. Hal ini tentu menyimpan maksud pensyariatannya.

Berkurban selama hari raya Idul Adha merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain dalam kaitan hubungan dengan Sang Maha Pencipta, ibadah kurban juga bisa memberikan manfaat bagi antar sesama manusia. Berikut ini adalah sejumlah hikmah yang bisa dipetik dari ibadah kurban tersebut:

- Bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya. Dengan melangsungkan ibadah kurban, maka hal ini bisa menunjukkan bahwa ia telah bersyukur terhadap segala yang telah diberikan oleh-Nya.

- Menjalankan salah satu syariat Nabi Ibrahim AS kala ia diperintahkan untuk "menyembelih" sang putra. Melalui ibadah kurban, manusia diajarkan untuk tetap patuh dan teguh pada perintah-Nya.

- Menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Dengan mau beribadah kurban, orang tersebut bakal membagikan daging kepada yang berhak. Artinya, secara langsung akan terjalin hubungan baik antar sesama manusia.

Hikmah lainnya adalah membelanjakan harta yang dimiliki di jalan Allah, menumbuhkan rasa kasih sayang antara yang mampu dengan tidak mampu, dan merupakan bentuk dari persahabatan. Selain itu, juga bisa meningkatkan gizi masyarakat melalui daging hewan yang dikonsumsi tersebut.

Pembagian daging selama pelaksanaan kurban mempunyai beberapa ketentuan. Di antaranya adalah sepertiganya bisa menjadi milik pihak yang berkurban. Sejumlah hikmah pun bisa didapatkan. Yakni bersyukur kepada Allah SWT dan dapat menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Melalui firman-Nya, Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk melakukan ibadah kurban. Dalam Al-Qur'an surah Al-Kautsar ayat 2, dituliskan bahwa: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ . Maknanya ialah "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah),".

 

Sumber:

https://islam.nu.or.id/haji-umrah-dan-kurban/ini-hikmah-di-balik-pembagian-daging-segar-hewan-kurban-VMvxP

https://tirto.id/ghNt

HATI - HARTI TERHADAP PIHAK KE 3 TERHADAP HUBUNGAN ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA

   


Sebagai tetangga, hubungan Indonesia dan Malaysia memang sering naik turun, bahkan sering tegang. Namun, diharapkan Indonesia dan Malaysia tidak terpancing oleh pihak ketiga, yang mengambil keuntungan, atas konflik yang lebih dalam seperti open fire atau perang. Sebab, pihak ketiga secara terus menerus melakukan test case kepada Indonesia dan negara tetangga untuk terlibat konflik lebih jauh.


"Dari zaman SBY sampai sekarang masih ada saja pihak ketiga yang ingin RI-Malaysia dibenturkan. Indikasi ini sudah ada, mereka ingin mencari keuntungan secara ekonomi yang akan diambil. Pihak ketiga ini memang tak muncul dipermukaan, tapi kalau terjadi benturan, mereka pasti tertawa,"  Kata Pengamat Politik Eddy Kurniawan S.Sos


Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat akan jatuh juga'  Nanti akan terkuak sendiri. Nanti akan nampak bahwa ini ada upaya-upaya untuk membenturkan kedua negara. 

Hati-hati Bro pihak ketiga ini merupakan kelompok baik dalam dan luar negeri yang memang memiliki power atau kekuatan yang tidak sembarangan. Targetnya agar terjadi perang saudara dan kehancuran di kedua belah pihak agar menjadi semakin lemah baik pertahanan maupun dari segi ekonomi. Dimedia masa sudah banyak beredar video dari kelompok pemecah ini.


Justru seharusnya kita sebaiknya makin erat kerjasamanya bahkan bisa saja bisa bergabung menjadi kekuatan besar di asia , wah alangkan kuatnya bila bersatu padu dan semakin di pertimbangankan kekuatan pertahanan dan ekonomi di ASIA maupun Dunia.

Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-1438251/ada-pihak-ketiga-pancing-indonesia-malaysia-perang

Selasa, 05 Juli 2022

NASIB IBU PERTIWI SAMPAI KINI

Kasus korupsi di Indonesia bukan sebuah peristiwa kejahatan yang baru terjadi saat sekarang ini atau di era Indonesia merdeka hingga sekarang. Korupsi sudah ada di Indonesia sejak zaman VOC ( Vereenigde Oostindische Compagnie/Persatuan Perusahaan Hindia Timur).

Korupsi di era pemerintahan Kolonial Hindia Belanda ini, sifatnya politik untuk menjatuhkan lawannya. Misalnya penguasa ingin menjatuhkan lawannya misalnya menjatuhkan kekuasaan bupati dan ingin digantikan oleh bupati pilihan penguasa, dengan menyodorkan isu korupsi. Namun ada juga yang murni korupsi untuk memperkaya diri sendiri. Kebiasaan pemimpin atau calon pemimpin daerah memberikan gratifikasi juga sudah ada di era masa itu. Termasuk keterlibatan tuan tanah, orang di pemerintahan dan calon penguasa atau penguasa telah terpola dalam lingkarang korupsi di masa lalu. Pola seperti ini kalau di era sekarang bisa digambarkan antara aparat pemerintahan, pihak swasta dan partai politik.

Atas dasar itu dan komitmen Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mendirikan Pusat Studi Pemberantasan Korupsi di wilayah Warung Buncit, Jakarta Selatan. Gedung tiga lantai itu merupakan gedung hasil sitaan KPK dalam kasus korupsi melibatkan Nazaruddin, mantan politisi Partai Demokrat. Dua lantai dimanfaatkan untuk penyimpanan arsip-arsip kasus korupsi sejak era VOC sampai sekarang.

Nasib dan keaadaan negeri kita ini tergambar dari lagu yang sejak kecil kita nyanyikan sejak SD sampai sekarang. Lagu "Ibu Pertiwi" menggambarkan kondisi alam Indonesia pada masa sekarang ini. Kata "Ibu Pertiwi" dalam lagu tersebut bermakna tanah airku, tanah tumpah darahku, tempat berlindung, hutan, gunung sawah dan lautan, simpanan kekayaan.

Lagu "Ibu Pertiwi" kerap disebut ciptaan Ismail Marzuki. Namun, ada juga yang menyatakan bahwa penciptanya adalah komponis asal Solo, Kamsidi Samsuddin pada 1908, meskipun tudingan plagiat kepada lagu "Ibu Pertiwi" ramai dibicarakan ketika akun Twitter Katolik Garis Lucu menuduh bahwa lagu tersebut merupakan jiplakan dari "What a Friend We Have in Jesus" karya Joseph M. Scriven.

Jadi kalau kita hitung-hitung kemungkinan bangsa Indonesia memiliki rakyat yang masih miskin akan sangat tipis, bila sejak zaman dahulu hingga sekarang para pejabat dan pengusaha dan lainnya berbuat jujur dan tidak melakukan korupsi", Ujar Eddy Kurniawan S.Sos sebagai pengamat politik. 

Bangsa ini Gemah Ripah Loh Jinawi. Secara bahasa, Gemah Ripah berarti negara jembar serta banyak rakyatnya. Dan Loh Jinawi artinya subur makmur.Sementara untuk pengertian keseluruhan, Gemah Ripah Loh Jinawi adalah perjuangan masyarakat sebagai bagian bangsa Indonesia bercita-cita menciptakan ketentraman. Rakyat indonesia ingin perubahan, ingin perbaikan, sudah tidak mau dibohongi lagi, sudah muak dengan korupsi dan ketidakadilan. Rakyat sudah tidak terima lagi haknya diinjak-injak.

Penulis: ek
Sumber berita:
https://www.detik.com/jabar/berita/d-6000153/menggali-makna-gemah-ripah-loh-jinawi-dalam-logo-kota-cirebon


https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/400591/korupsi-di-indonesia-sudah-ada-sejak-era-voc


https://tirto.id/lirik-lagu-kulihat-ibu-pertiwi-dan-maknanya-gmqx


https://www.cnbcindonesia.com/news/20190407085625-4-65056/prabowo-ibu-pertiwi-tengah-diperkosa-kekayaan-diambil-terus