سْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Tempatnya Saling Nasehat Menasehati Dalam Kebaikan

“Demi masa(Waktu).”, “Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam keadaan yang merugi,” “kecuali mereka yang beriman dan selalu mengerjakan amal kebajikan serta saliang nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati agar bersabar”.

Jumat, 19 Agustus 2022

PEMIMPIN YANG MEMILIKI ELEKTABILITAS TINGGI DAN MEMILIKI MAGNET YANG KUAT


PEMIMPIN YANG MEMILIKI 

ELEKTABILITAS TINGGI DAN MEMILIKI MAGNET YANG KUAT

Dukungan oleh para figur pemimpin/tokoh di negeri kita Indonesia tercinta ini mulai banyak bermunculan, tokoh yang digadang-gadang sebagai capres (calon presiden) di Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024 nanti baik oleh kelompok ataupun organisasi.

Munculnya banyak dukungan kelompok relawan dengan banyak nama telah tersebar luas di banyak daerah sampai dengan mendeklarasikan dukungannya. Kelompok tersebut kemudian membentuk sejumlah poros organisasi untuk menyukseskan para calon presiden dan wakil presiden. 

"Namun banyaknya dukungan dari relawan  tidak memiliki "kendaraan", yakni partai politik. Sebab yang berhak mengajukan pasangan capres-cawapres adalah partai politik, bukan relawan", Ujar pengamat polotik Eddy Kurniawan S.Sos.

''Tapi perlu di ingat , partai politik juga pasti akan berhitung dan terus mengamati dengan radarnya. Mereka pasti akan melakukan kalkulasi-kalkulasi dan pengamatan pasti akan mereka lakukan karena pasti akan menguntungkan si pengusung'' Ujar beliau lagi.

Partai politik tidak akan membiarkan tokoh atau figur yang memiliki elektabilitas tinggi dan magnet yang kuat. Sebab partai politik akan rugi jika tidak mendukung/mengusung tokoh atau figur yang memiliki elektabilitas tinggi dan magnet yang kuat.

Jadi pemilihan para tokoh/pemimpin yang benar-benar memiliki daya tarik magnet yang paling kuat sangat menentukan kemenangan partai pengusung apalagi partai tersebut juga memiliki orang orang yang kuat dan tentunya juga para pendana yang kuat.

Proses pengamatan masih bisa berubah-ubah sampai detik terakhir, harus tenang sampai detik-detik terakhir baru si pengusung akan segera menentukan seorang tokoh dan segera merapatkan barisan dengan lobi-lobi dan bargining politiknya. Kalau proses tersebut dapat dilakukan dengan baik tidak akan menutup kemungkinan kemenangan sudah di depan mata bagi para pengusung.


Penulis : ek


Kamis, 18 Agustus 2022

MUNCULNYA POROS-POROS POLITIK DI PILPRES 2024 MENDATANG

MUNCULNYA POROS-POROS POLITIK DI PILPRES 2024 MENDATANG

Mengingat semakin dekatnya Pilpres 2024, saat ini sudah mulai bermunculan poros - poros partai politik yang sedang dan akan menentukan jagoannya baik sebagai Capres maupun Cawapres. Kemungkinan besar bisa terbentuk 4 poros partai politik di Pilpres dan Wapres di tahun  2024 ini.

Dikarenakan untuk bisa mengusung calon presiden, partai politik ataupun gabungan partai politik harus memiliki paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR 2019. Aturan ini tertuang dalam Pasal 222 UU Pemilu.

Jadi berdasarkan skenario dari peta politik terbaru per 4 Juli 2022, berikut ini kemungkinan koalisi di Pilpres dan Wapres 2024:

KIB (KOALISI INDONESIA BERSATU)

- Golkar 14,78% kursi DPR

- PAN 7,65% kursi DPR

- PPP 3,3% kursi DPR

- Total kursi ketiga partai, yaitu 25,73% kursi DPR

GERINDRA-PKB

- Gerindra 13,75% kursi DPR

- PKB 10,09% kursi DPR

Total kursi kedua partai, yaitu 23,84%

PDIP

22,26% kursi DPR  (Sudah memenuhi syarat walaupun hanya 1 Partai)bisa jadi ada partai lain yang akan bergabung.

Nah dibawah ini merupakan Partai-Partai yang mau tidak mau harus berkoalisi agar bisa menentukan Bakal Calon Capres dan Cawapresnya.

NASDEM, DEMOKRAT, dan PKS (Kemungkinan namanya KOALISI GONDANGDIA)

- NasDem 10,26% kursi DPR

- Demokrat 9,39% kursi DPR

- PKS 8,7% kursi DPR

Total kursi ketiga partai: 28,35%

Empat poros koalisi, berdasarkan peta politik terbaru, ini punya bakal calon presiden dan wakil presiden yang bisa dimajukan di Pilpres 2024.  Kemungkinan besar keempat koalisi ini akan mengambil para jagoan-jagoannya yang sudah muncul di lembaga survei ataupun berdasarkan diskusi internal partai masing-masing.

- Prabowo Subianto

- Ganjar Pranowo 

- Anies Baswedan

- Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

- Airlangga Hartarto

- Puan Maharani

- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

" Tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi nama-nama baru Balon Capres dan Cawapres yang akan maju di tahun 2024. Strategi yang mungkuni sangatlah menentukan kemenangan masing-masing poros tersebut, oleh karena itu masing-masing poros haruslah mempersiapkan jagoan-jagoannya yang mungkuni dalam artian jagoan-jagoan yang disukai rakyatnya" , Ujar Pengamat Politik Eddy Kurniawan S.Sos.


Sumber Berita: https://news.detik.com/berita/d-6160905/pilpres-2024-berpotensi-munculkan-4-poros-koalisi-inikah-capresnya.

Minggu, 07 Agustus 2022

DEKAN FISIP UNIVERSITAS RIAU Dr. Meyzi Heriyanto PERIODE 2023 - 2027

 


DEKAN FISIP UNIVERSITAS RIAU TERPILIH Dr. Meyzi Heriyanto PERIODE  2023 - 2027

Tak terasa proses pemilihan dekan FISIP Universitas Riau telah selesai Rabu (13/7/2022) lalu. Dr. Meyzi Heriyanto, S. Sos, M.Si, yang merupakan dosen jurusan Ilmu Administrasi FISIP Unri terpilih menjadi Dekan FISIP Unri periode 2023-2027. Beliau dahulunya merupakan angkatan '93 dari Jurusan Administrasi Niaga yang saat ini sudah lama berganti menjadi Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis.

Keputusan ini telah ditetapkan dalam rapat senat yang dilaksanakan di FISIP Unri, pada Rabu (13/7/2022) pagi lampau.

Ketua Panitia Pemilihan Dekan FISIP Unri Drs. Syafrizal, M.Si,  mengatakan Dr. Meyzi Heriyanto, S. Sos, M.Si, telah terpilih sebagai Dekan FISIP UNRI Periode 2023-2027 dikarenakan salah seorang bakal calon dekan lain yakni Dr. Pazli, S. IP, M.Si dari jurusan Hubungan Internasional tidak melengkapi salah satu persyaratan, otomatis hanya ada 1 bakal calon dekan yang tersisa.

"Kami berharap pada saat kepemimpinan Dr. Meyzi Heriyanto, S. Sos, M.Si, FISIP UNRI semakin maju dan dapat menciptakan lulusan yang siap bekerja dengan memiliki ilmu , propesionalisme yang tinggi dan bisa berguna bagi rakyat, bangsa dan negara serta tidak kalah dengan lulusan universitas lainnya"  ujar Eddy Kurniawan S.Sos mewakili para Alumni yang hadir pada acara temu reuni Alumni Jurusan Administrasi Niaga Angkatan 1993 dicafe Raden dan Rechizs MTC Panam.

Dengan demikian ada alumni, rekan dan sahabat kami dari jurusan ANI '93 yang Alhamdulillah wa syukulillah telah mendapat amanah sebagai Dekan Fisip UNRI.

BELA PALESTINA TIDAK ADA KOMPROMI DENGAN ISRAEL

 

BELA PALESTINA TIDAK ADA  KOMPROMI DENGAN ISRAEL

Indonesia termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Palestina setelah dideklarasikannya Negara Palestina di Aljazair, 15 November 1988. Sebagai wujud dukungan lebih lanjut dari Indonesia kepada Palestina, pada tanggal 19 Oktober 1989 di Jakarta telah ditandatangani "Komunike Bersama Pembukaan Hubungan Diplomatik" antara Menlu RI, Ali Alatas, dan Menlu Palestina, Farouq Kaddoumi, yang sekaligus menandai pembukaan Kedutaan Besar Negara Palestina di Jakarta.

Indonesia pernah hadir dalam mimpi 5 pemuda Palestina di Al-Quds. Menjadi sebuah harapan bahwa negeri inilah yang akan membebaskan negeri anbia dari jeratan penjajah Israel.Di awal tahun 1435 Hijriah (2014 Masehi), lima pemuda Palestina yang tinggal di sekitar kota Al-Quds dan tidak saling mengenal - bermimpi. Anehnya, mimpi ke limanya sama bahwa Masjid Al-Aqsha – kiblat pertama umat Islam sekaligus masjid suci ke tiga – akan dibebaskan oleh orang-orang yang sebelumnya tidak mereka kenal.

Wajah-wajah mujahidin itu terlihat asing bagi ke limanya, karena wajah-wajah tersebut bukanlah wajah orang Palestina, bukanlah wajah dari orang-orang Timur Tengah. Akan tetapi, ada satu kesamaan yakni aura wudu yang menandakan bahwa mereka adalah umat Islam.

Dari mimpi tersebut, mereka kemudian tahu bahwa mujahidin itu berasal dari negeri Indonesia, yang merupakan negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Pemerintah Indonesia  tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Negara Israel. 

"Tidak ada kompromi dengan Israel sampai kapan pun. Kita minta Pemerintah Republik Indonesia tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel," kata Salah satu pejabat .

Insya Allah para tentara ghaib juga akan membantu perjuangan rakyat palestina untuk menuju kemerdekaan.

Aamiin....


EK


Jumat, 05 Agustus 2022

KEMERDEKAAN DALAM PERSFEKTIF ISLAM

 

KEMERDEKAAN DALAM PERSFEKTIF ISLAM

Setiap memasuki bulan Agustus, selalu diiringi dengan penyambutan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang bertepatan pada tanggal 17. Semarak menyambutnya telah terlihat dari jauh-jauh hari. Itu dapat terlihat dengan adanya spanduk, bendera, umbul-umbul, dan baliho-baliho yang bertuliskan “Dirgahayu Kemerdekaan”  menghiasi jalanan.

Namun, dalam kesemarakannya, terdepat beberapa pertanyaan yang terbesit dalam benak kita; apakah arti kemerdekaan itu? Bagaimana seharusnya kita menyikapi makna kemerdekaan yang sebenarnya? Bagaimana memahami Islam dan kemerdekaan?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologi merdeka berarti bebas. Kemerdekaan artinya kebebasan. Sedangkan secara terminologi, merdeka dapat diartikan dengan bebas dari segala penjajah dan penjajahan.

Kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai keadaan rohani yang tidak terpaut oleh segala sesuatu yang berkenaan dengan rasa tertindas, yang menindih, sehingga dapat mempengaruhi jiwa, pikiran dan perilaku seseorang. Dilain sisi, kemerdekaan diartikan denngan keadaan hati yang tentram.

Menurut Islam, manusia adalah mahluk yang bebas/merdeka sejak ia dilahirkan. Dalam lain paradigma, manusia adalah mahluk merdeka ketika ia berhadapan dengan sesamanya. Karena manusia diciptkan oleh-Nya, maka manusia akan menjadi hamba ketika ia berhadapan dengan Tuhannya. Dengan begitu dapat dipahami bahwa, manusia tidak bisa dan tidak boleh menjadi budak orang lain. Perbudakan antar manusia sama artinya dengan melanggar hak Tuhan

Kemerdekaan manusia dalam Islam sudah diperoleh semenjak ia dilahrikan dari rahim seorang ibu. Maka dari itu  tidak dibenarkan seseorang memperbudak sesamanya atas dasar kekuasaan apapun. Pendapat inipun diimplementasikan oleh para Nabi utusan Allah melalui perintah-perintahnya kepada manusia untuk membebaskan sistim perbudakan dengan berbagai cara.

Dalam sebuah riwayat yang dikutip dari Al-Jihad Sabiluna disebutkan, ketika Rib’i Bin Amir r.a, salah seorang utusan pasukan Islam dalam perang Qadishiyah ditanya perihal kedatanganya oleh Rustum (panglima pasukan Persia), ia menjawab:

“Allah mengutus kami untuk memerdekakan manusia dari penghambaan manusia dengan manusia menuju penghambaan manusia kepada Rabb manusia, dari sempitnya kehidupan dunia kepada kelapangannya, dari ketidakadilan agama-agama yang ada  kepada keadilan Islam.”

Dari kutipan diatas dapat dipahami bahwa Islam memandang kemerdekaan tidak dari satu sisi saja, melainkan dari beberapa sisi yang mencangkup lahiriyah maupun batiniyah. Sehingga makna kemerdekaan yang sesungguhnya ialah ketika seseorang mampu berada dalam fitrahnya (Islam dan tauhid).

Maka dari itu, setiap individu seoserang muslim kiranya dapat memaknai arti kemerdekaan  sebagai bentuk melepaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan kesyirikan. Lalu, perlu dipahami juga adalah kemerdekaan seorang muslim ketika terbebasnya hamba dari segala dinamika kehidupan yang tidak berlandaskan atas aturan yang sudah ditentukan oleh Islam.

Islam juga memandang kemerdekaan dengan tunduk atas kuasa Tuhan dan melepaskan diri dari jeratan nafsu. Seorang hamba dapat menemukan arti kemerdekaan yang sebenarnya, jika ia mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu, dan mengembalikan segala sesuatu kembali kepada aturan Allah

Orang yang terjerat oleh nafsu dipastikan sudah menyimpang dari jalan yang telah diberikan oleh Allah, karena ia sudah menjadi budak nafsu. Maka dari itu, memerdekakan diri sendiri dari belenggu nafsu merupakan kemenangan dan kebebasan terbesar.

Sumber berita :

https://unida.gontor.ac.id/memaknai-kemerdekaan-dalam-bingkai-islam/

Rabu, 03 Agustus 2022

PERADABAN MASA DEPAN ISLAM DI ASIA TENGGARA DAN KERUNTUHAN BARAT


 PERADABAN MASA DEPAN ISLAM DI ASIA TENGGARA DAN KERUNTUHAN BARAT

Jika peradaban masa depan adalah Asia, bagaimana dengan Islam. Banyak yang menaruh harapan bahwa peradaban Islam baru dapat muncul dari Asia Tenggara karena beberapa alasan. 

Pertama, watak Islam Asia Tenggara berbeda dengan Islam di India Selatan dan Timur Tengah. Penyebaran Islam di Asia Tenggara via pacifica (melalui jalan damai) oleh para pedagang dan wali. Dampaknya, Islam di kawasan ini sangat akomodatif terhadap tradisi dan kearifan lokal, yang pada gilirannya juga mudah beradaptasi dengan gagasan-gagasan yang datang ke dalamnya. Pendeknya, Islam Asia Tenggara adalah Islam yang demokratis. 

Kedua, seperti disinggung di muka, Asia Tenggara juga sangat menjanjikan dengan pertumbuhan ekonomi dan politik yang lebih stabil ketimbang di kawasan lain, seperti Timur Tengah. Ini penting karena dengan jumlah penduduk yang besar, GDP Asia Tenggara juga akan meningkat, seperti dalam kasus China. Demikian pula dengan stabilitas politik, Asia Tenggara dapat menjadi tempat damai. Seperti dikemukakan Bassam Tibbi (1995), “kedamaian agama mengandaikan kedamaian domestik.” Dengan kata lain, Islam yang damai sudah semestinya menampilkan Asia Tenggara yang damai.

Pertanyaannya, bagaimana dengan munculnya Islam radikal di kawasan ini? 

Menurut pendapat Iik Mansoorn (2009: 222-262) bahwa kemunculan gerakan-gerakan seperti itu umumnya lahir dari kawasan lain, yang dikenal gerakan transnasional, seperti Wahabisme, Salafisme dan sebagainya. Lebih jauh, gerakan-gerakan semacam itu hanya memperoleh tempat di kalangan kelompok kecil masyarakat. Karena itu, Islam radikal sesungguhnya bukan pola tetap Islam Asia Tenggara, tetapi sebuah anomali yang bersifat sesaat.

Masyarakat Muslim Asia Tenggara pada dasarnya bertemperamen demokratis, dan Islam yang berwatak demokratis dan toleranlah yang akan berhasil di masa mendatang. Harapan serupa dikemukakan Bassam Tibbi (1995), yang melihat Islam di Asia Tenggara dapat menjadi model bagi peradaban Islam dalam transisi menuju abad ke-21. Meskipun begitu, ia mengingatkan bahwa harapan seperti itu sepenuhnya bergantung pada Muslim yang hidup di kawasan ini, apakah akan memanfaatkan peluang tersebut, atau menyia-nyiakannya.

Inilah tanggung jawab kita sebagai Muslim Asia Tenggara. Kita diingatkan oleh al-Quran bahwa bangsa yang unggul memiliki tujuh karakter sebagai berikut (M. Quraish Shihab).

Sebagai berikut:

- Kemantapan persatuannya, seperti diisyaratkan dalam al-Anfal: 46

- Adanya nilai-nilai luhur yang disepakati, seperti disebutkan dalam al-An‘am: 108

- Kerja keras, disiplin dan penghargaan kepada waktu, seperti dalam al-Insyirah: 5-6

- Kepedulian yang tinggi, seperti dalam Ali Imran: 110

- Moderasi dan keterbukaan, seperti dalam al-Baqarah: 143

- Kesediaan berkorban, seperti dalam al-Baqarah: 213

- Ketegaran menghadapi tantangan, seperti dalam al-Nahl: 92

Jika kita mengikuti saran-saran al-Quran ini dan belajar dari pengalaman beberapa negara yang telah dikemukakan di atas, kita dapat membangun peradaban baru yang unggul. Karena itu, melalui konferensi ini diharapkan akan lahir gagasan-gagasan segar yang dapat merumuskan strategi pembangunan peradaban Islam di Asia Tenggara di masa yang akan datang.

Sumber berita:

https://uinsgd.ac.id/giliran-islam-asia-tenggara-peradaban-islam-masa-depan-2/